Dingin Sich!!!

Membeku bersama salju..kekek

Hari ini dah masuk minggu ke tiga aku lepak kat Damanhour. Sebagai lautan debu yang tertimbus dengan asakan rintihan hujan. Hah, memang hujan tiap-tiap hari, sampai nak berderat pun tak bleh. Itu pun kalau nak cari angin untuk freshkan balik otak ni.

Esok adalah last exam untuk sesi ini. Buku pun tak sentuh lagi hari ni. Lagi pun semalam aku tak balik rumah, lepak umah member. Tertinggal buku-buku yang perlu dibaca untuk esok punya. Sementara pulang ke rumah (rumah tumpang gak) singgah sebentar Cyber ni. Menarik gak, lama tak masuk.

Kehidupan di sini agak tenang, tak sama kalau dibandingkan dengan kota Cairo yang bercambah dengan penghuni yang bingar. Kalau yang pernah ke NewYork City, itulah agaknya kalau di Cairo. Hidup yang macam tak terurus dan tanpa susunan sistem yang aman.

Tapi, sejak kebelakangan ini, alam jalan raya agak teratur. Semua pengubah-suaian antara blok jalan dipindahkan ke tempat lain. Lebih stratigik agaknya. Station-station pun dah ditukar tempat. Jalan plak dah banyak disistemkan. Lebih-lebih lagi bila tiba di kota Ramses. Katanya, untuk persediaan world Cup 2010 nanti.. entah lah. Yang pasti, hidup di kota Cairo agak tersusun sejak kebelakangan ini.

Kalau di kota Damanhor, sejak dulu lagi tak berubah-rubah. Maintain jek. Sana sini boleh diistilahkan Kota Debuan ataupun Kota Permaidani Tua. Nak tahu kenapa?? Pertama, Kota Debuan sebab di sini kalau datang waktu siang macam-macam jenis debu ada. Yang spesis kedai pak Man pun tak ada. Tapi bernasib baik la musim ni. Debuan-debuan tu kalah dengan hujan yang tak henti-henti musim sejuk ni.

Kedua plak; Kota Permaidani Tua. Kalau sebelum ni, aku dah entry epilog cerpen pasal Permaidani Tua. Aku suka dengan cerpen tu, aku bikin pun khas untuk layan jiwa-jiwa remaja/ustat yang hidup di kota ini.

Kesimpulannya, permaidani tua; Kerana, pada dasarnya, jika sesiapa yang pernah jijak atau pernah berkelana di sini akan merasai apa yang aku ceritakan. Bermula dari awal persimpang jalan kita akan mewah dengan hamparan permaidani-permaidani hijau yang usang tua. Manik-main hijau yang bersepah di tepi, tengah jalan adalah sisa-sia campuran debu dan tahi himar yang kekeringan. Itulah Permaidani hijau dan tua aku istilahkan.

Hari ini masih tinggal beberapa hari lagi untuk berangkat pulang ke kota Cairo.

Cairo,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: